voicemu.com
Beranda City Voice Ternate Sarankan Djasman Mundur, Agus: Jangan Bikin Rusak PDAM Ake Gaale

Sarankan Djasman Mundur, Agus: Jangan Bikin Rusak PDAM Ake Gaale

Djasman Abubakar.

Adik kandung Wakil Wali Kota Ternnate, Nasri Abubakar, Djasman Abubakar ketahuan ikut nyalon sebagai Direktur Perumda Air Minum (PDAM) Ake Gaale Kota Ternate.

Kemunculan bekas Ketua KONI Maluku Utara ini diketahui usai panitia seleksi mengumumkan nama-nama yang dinyatakan lolos berkas.

Pengumuman Nomor: 02/PANSEL-PERUMDA/2026 tentang Hasil Penjaringan dan Kelengkapan Berkas Administrasi ini memuat tujuh nama. Yaitu Maslan Deis, Noviyanti Armaijn, Muhammad Riswan Ilyas, Hazmin A. ST. Muda, Halid Thalib, Djasman Abubakar, dan Firman Sjah.

Panitia juga mengumumkan tiga calon dewan pengawas sebagaiman pengumuman Nomor: 03/PANSEL-PERUMDA/2026. Ketiganya masing-masing Anwar Hasjim, Lutfi Buamonabot, dan Samin Marsaoly.

Praktisi hukum Agus R. tampilang meminta Djasman agar mengurungkan ambisinya menjabat Direktur PDAM Ake Gaale Kota Ternate. Menurut Agus, prestasi dan capaian negatif sewaktu menjabat Ketua KONI Maluku Utara dikhawatirkan terulang dan berimbas pada tata kelola PDAM Ake Gaale Kota Ternate.

“Ada prestasi apa di KONI?. Ini bukan soal suka tidak suka, tapi soal manajemen, kepemimpinan dan tata kelola. Pimpinan Cabor KONI saja ‘kudeta’ pe dia (Djasman Abubakar) karena tara (tidak) transparan soal anggaran. Itu berarti yang bersangkan kalau sampe terpilih, bom waktu bagi PDAM Ake Gaale Kota Ternate. Apapun alasannya Djasman tidak layak,” jelas Agus ketika dimintai tanggapan ihwal pencalonan Djasman, Selasa, 13 Januari 2026.

“Belum lagi orangnya tara mau dengan saran orang lain. Bagaimana tata kelola PDAM Ake Gaale Kota Ternate mau bagus kalau direkturnya semacam itu. Waktu jabat Sekretaris NasDem juga demikian, jangan bikin rusak PDAM Ake Gaale” sambungnya.

Agus menyarankan panitia seleksi supaya mempertimbangkan dua nama, yaitu Djasman Abubakar dan Samin Marsaoly. Keduanya, menurut Agus, tidak boleh sama sekali masuk dalam jajaran PDAM Ake Gaale.

“Alasan saya realistis. Pertama, track record si Djasman ini sudah buruk. Karena itu, bersangkutan harus masuk catatan merah panitia seleksi. Kedua, Pak Samin inikan sekarang kelapa BKDSDM, kenapa harus calon dewan pengawas lagi. Ya kalau begitu, musti mundur dari kepala dinas. Memangnya di Ternate ini su tarada orang lain?,” terangnya.

Agus berharap, seleksi Direktur dan Dewan Pengawas PDAM Ake Gaale dilakukan terbuka dan benar-benar sesuai kompetensi tanpa intervensi atau campur tangan siapapun, terutama Wali Kota M. Tauhid Soleman dan Wakil Wali Kota Nasri Abubakar.

“Pak wali dan wakil wali kota fokus saja urus pemerintahan, tara usah urus siapa yang nanti terlipih, itu urusan panitia. Kalau sampe Djasman dan Samin terpilih, sudah pasti itu kepentingan politik ke depan. Saya berharap pelayanan PDAM Ake Gaale bisa kembali normal setelah ini,” ujarnya. **

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan