voicemu.com
Beranda Kabupaten Taliabu Pakai Kantong Pribadi, Husen Hamid Jadi Satu-satunya Jurnalis yang Danai Dapur MBG

Pakai Kantong Pribadi, Husen Hamid Jadi Satu-satunya Jurnalis yang Danai Dapur MBG

Apa yang dilakukan Husen Hamid dalam mendukung ekosistem pangan Makanan Bergizi Gratis atau MBG di Pulau Taliabu perlu diacungi jempol.

Jurnalis timesindonesia.co.id, ini menginvestasikan sebagian pendapatannya menopang keberlangsungan Dapur MBG di Desa Losseng, Taliabu Timur Selatan, Pulau Taliabu.

Langkahnya yang boleh dibilang sebagai donatur ini tidak sama sekali bermaksud mencari sensasi atau semacamnya, namun bagi Husen, keputusan mandiri ini perlu dilakukan dalam rangka mendukung sekaligus menjaga keberlangsungan layanan di tangah banyak kalangan mengkritik dan meragukan program Presiden Probowo Subianto itu.

“Saya sadar, program ini menuai pro dan kontra. Tapi sebagai warga negara, khususnya sebagai putra Maluku Utara yang lahir dan besar di Ternate, saya merasa perlu mengambil peran lebih. Jika kita hanya menunggu program ini sempurna dari pemerintah tanpa ikut bergerak, kapan anak-anak bisa mendapatakn mendapatkan gizi yang layak?, seperti yang diharapkan bapak presiden,” ujar Husen, Jumat, 21 Februari 2026.

Pakai Kantong Pribadi, Hamid Husen Jadi Satu-satunya Jurnalis yang Danai Dapur MBG
Husen Hamid (kaos putih) mengecek kesiapan Dapur MBG di Desa Losseng, Taliabu Timur Selatan, Pulau Taliabu.

Alumnus Program Studi Geografi FKPI Unkhair Ternate menuturkan, keputusannya menanamkan modal di Dapur MBG Losseng tersebut sudah mempertimbangan banyak saran, termasuk perhitungan. Dia menilai, alasannya bukan semata-mata soal profit, apalagi di tengah badai kritik yang menerpa program ini.

“Ini investasi sosial. Keuntungannya tidak saya ukur dari rupiah yang kembali ke kantong, tetapi dari peningkatan berat badan anak-anak, dari ibu-ibu yang nantinya  punya penghasilan, dan dari petani yang ladangnya mulai dipanen untuk program negara. Saya orang Maluku Utara, saya tahu betul bagaimana kondisi saudara-saudara kita di kepulauan. Ini panggilan hati, bukan hitungan bisnis semata,” sebutnya.

Dapur MBG Desa Losseng secara data melayani ribuan kebutuhan gizi anak-anak di wilayah Taliabu Timur Selatan. Dalam operasionalnya, dapur ini menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari juru masak hingga petugas distribusi, serta memperioritaskan pasokan bahan baku dari petani dan UMKM setempat.

“Setiap porsi makanan yang keluar dari dapur ini bukan hanya tentang kenyang, tetapi tentang harapan. Harapan bahwa anak-anak di ujung timur Indonesia ini memiliki tinggi badan dan kecerdasan yang sama dengan anak-anak di kota besar. Ini investasi jangka panjang pada SDM Maluku Utara,” sambung Pep, begitu Hamid Husen biasa disapa.

Pep menyebut, perjalanan mewujudkan Dapur MBGDesa Losseng tidaklah mudah. Tantangan terbesarnya yaitu letak geografis, hingga sulitnya pasokan listrik.

Lokasi dapur yang berada di desa terisolir kerap menjadi hambatan dalam distribusi bahan baku MBG. Satu-satunya jalur hanya laut, dan tiap kali pengiriman, bahan-bahan makanan, material dan peralatan dapur harus melewati ombak dan cuaca ekstrem yang tak menentu.

“Kadang cuaca buruk, barang tidak bisa dikirim berhari-hari. Kami harus menunggu, sementara target penyelesaian terus berjalan. Ini benar-benar menguras kesabaran dan waktu, semua alat yang disiapkan saya datangkan langsung dari Jakarta”.

“Jujur, ini pengalaman yang menguji kesabaran dan ketahanan. Saya pikir karena sudah terbiasa meliput keliling Maluku Utara, saya tahu medannya. Tapi ternyata menjadi eksekutor di lapangan jauh berbeda dengan sekadar meliput,” katanya.

Kondisi dan konsekuensi itu, menurut Pep, sangat berdampak pada besarnya biaya operasional. Ongkos yang dikeluarkan bahkan melebihi perhitungan awal.

“Tapi ini konsekuensi yang harus kami terima, karena kami ingin memastikan dapur ini selesai dan anak-anak di wilayah terluar ini juga mendapatkan hak gizi yang sama. Demi masa depan mereka, kami relakan,” ujarnya. **

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan