Nini Bopeng Tak Sepakat Pilkada 2029 Dipilih DPRD
Ketua DPW NasDem Maluku Utara Husni Bopeng tidak sepakat pilakada lewat DPRD. Ia menilai, ide atau wacana pilkada tak langsung itu bukan solusi dan tak akan menyelesaikan masalah, terutama di daerah.
Menurutnya, sikap pribadinya ni punya alasan mendasar, dan tidak bermaksud membangkang terhadap partai. Bagi dia, alasannya sederhana, yaitu tidak mau demokrasi lokal dikorbankan.
Wakil Ketua DPRD Maluku Utara ini tak menampik keputusan Dewan Pimpinan Pusat atau DPP NasDem yang setuju pilkada tak langsung. Secara struktural partai, kata Husni, seperti apa model pilkada nantinya sepenuhnya kewenangan DPP.
“Kalau ditanya sebagai pribadi, saya menolak. Rakyat punya hak suara. Demokrasi kita sudah maju, masa mau kita mundurkan lagi seperti dulu?,” ujar Husni.
Pemilik sapaan akrab Nini ini bilang, dari hasil survei yang beredar, menunjukkan mayoritas masyarakat tidak menginginkan peralihan dari pilkada langsung ke pilkada tak langsung. Trend positif terhadap penolakan wacana pilkada melalui DPRD berada di kisaran 70 sampai 80 persen.
“Mayoritas rakyat hari ini tidak setuju kepala daerah dipilih oleh DPRD. Tapi kalau keputusan DPP dan aturan perundang-undangan sudah seperti itu, kita sebagai kader tentu harus mengikuti,” katanya.
Husni menekankan, sikap pribadinya tidak bisa disamakan dengan keputusan artai. Sebagai Ketua DPW, ia tetap berkewajiban patuh pada garis kebijakan DPP NasDem.
“Bukan berarti saya sebagai Ketua DPW menolak keputusan partai. Kalau sudah menjadi keputusan DPP, kita wajib melaksanakan. Tapi sebagai warga negara dan individu, saya berhak punya pandangan,” tegasnya.
Nini menyingung sejarah panjang lahirnya pemilihan langsung. Ia menilai, perjuangan rakyat bukan proses yang mudah, dan sistemnya lahir dari perjalanan panjang demokrasi Indonesia. Artinya, perjuangan ini tidak semestinya dibatalkan begitu saja.
“Demokrasi langsung itu lahir dari perjuangan yang tidak ringan. Sayang kalau harus ditarik mundur,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum DPP Partai NasDem, Saan Mustopa menyebut wacana pilkada lewat DPRD masih dalam proses kajian dan belum menjadi keputusan resmi partai.
“Kita terus mengkaji pilkada langsung maupun tidak langsung. Kita evaluasi mana yang paling baik untuk bangsa dan rakyat. Ini masih proses,” kata Saan.
Ditanya apakah NasDem sudah final menyetujui pilkada tidak langsung, Saan menegaskan belum. “Ini baru sebatas wacana,” ujarnya. **








