NKA Dorong Pengkayaan Ekosistem Laut Berkelanjutan di Teluk Monoropo
Nusa Karya Arindo (NKA) melaksanakan program transplantasi terumbu karang di areal perairan Teluk Monoropo, Halmahera Timur.
Program ini merupakan komitmen perusahaan dalam rangka mendorong pengkayaan ekosistem laut berkelanjutan yang bertujuan memulihkan dan memperbaiki kondisi terumbu.
Transplantasi terumbu karang ini menggunakan media semacam jaring yang terbuat dari besi. Metode ini diyakini efektif dalam mempercepat pertumbuhan dan pemulihan terumbu karang.
Manager HSE NKA Resanto Budi Hartono menjelaskan, program transplantasi terumbu karang merupakan bentuk komitmen NKA menunjukkan keseriusan terhadap pelestarian lingkungan laut.
Program ini tidak hanya diperuntukkan bagi wilayah perairan yang mengalami dampak antropogenik tinggi atau kondisi terumbu karang rusak berat, tetapi juga diarahkan pada pengkayaan ekosistem di wilayah laut yang masih berada dalam kondisi normal.
Budi mengemukakan, kegiatan transplantasi terumbu karang bertujuan menambah variasi habitat di perairan laut, sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap keberadaan dan keberlanjutan biota laut di sekitarnya.
Dengan bertambahnya struktur habitat buatan yang menyerupai terumbu alami, ekosistem laut diharapkan menjadi lebih kompleks dan mendukung kehidupan organisme laut secara lebih optimal.
“Manfaat utama dari kegiatan ini adalah menghadirkan habitat baru bagi berbagai biota laut, seperti ikan karang dan organisme bentik (bentos),” jelas Budi dalam keterangan tertulis yang diterima voicemu, Jumat, 30 Januari 2026.
Budi mengatakan, sesuai hasil pemantauan di lapangan, area transplantasi karang kerap menjadi lokasi kemunculan biota laut lainnya. Yaitu cumi-cumi, penyu, hingga lumba-lumba, yang menandakan meningkatnya kualitas ekosistem perairan.
Media transplantasi yang dipasang, lanjut Budi, turut mendukung proses rekruitmen alami, di mana mulai tumbuh berbagai organisme seperti alga, karang keras, soft coral, serta epifit.
Hal ini menunjukkan kalau struktur transplantasi mampu berfungsi sebagai substrat alami yang mendukung regenerasi ekosistem laut secara berkelanjutan.
“Secara umum, kegiatan transplantasi terumbu karang memberikan dampak positif terhadap perairan laut di sekitar area pemasangan. Ekosistem menjadi lebih kaya, produktivitas perairan meningkat, serta aktivitas organisme laut menjadi lebih dinamis. Kondisi ini menimbulkan efek mata rantai ekologi yang signifikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut,” kata Budi.
Budi berharap, melalui program ini, transplantasi terumbu sebagai investasi jangka panjang bernilai ekologis tinggi bagi keberlanjutan lingkungan laut dan generasi mendatang. **








