voicemu.com
Beranda City Voice Ternate Penderita HIV di Ternate Capai 171 Kasus, Fathiyah: Upaya Penanganan Rutin Dilakukan

Penderita HIV di Ternate Capai 171 Kasus, Fathiyah: Upaya Penanganan Rutin Dilakukan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate Fathiyah Suma.

Jumlah penderita HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) di Kota Ternate masih tergolong tinggi.

Data Dinas Kesehatan Kota Ternate menyebut total ada 171 orang pengidap sepanjang 2025. Kendati demikan, temuan penyakit akibat virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh itu turun  dibanding pada 2024 dengan 202 kasus baru.

Temuan ini dipicu akibat faktor resiko hubungan seksual yang kerap berganti-ganti pasangan baik hetersoseksual maupun homoseksual (berhubungan sesama jenis).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate Fathiyah Suma, didampingi Kabid P2P Wirda Albaar menjelaskan langkah penanganan. Fathiyah mengatakan, untuk menekan risiko penularan, Dinas Kesehatan Kota Ternate rutin melakukan layanan konseling dan tes HIV.

Tes VCT atau Voluntary Counseling and Testing (konseling dan tes HIV sukarela) ini guna mengetahui status HIV seseorang. VCT menyasar ke sasaran kelompok populasi kunci dan kelompok risiko tinggi tertular HIV.

“Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Ternate dan LSM penggiat HIV yang ada di Kota Ternate seperti Yayasan Batamang Plus, Yayasan Pelangi Maluku dan PKBI Sulut tetap dilibatkan. Mereka itu mitra kami, jadi setiap kegiatan HIV selalu bekerjasama. Ada keterlibatan PMI Kota Ternate juga dalam rangka penjaringan kasus baru,” ujar Fathiyah, Selasa, 6 Januari 2026.

Fathiyah mengemukakan, selain tes VCT, juga ada pendampingan dan penjangkauan rutin bagi Orang Dengan HIV (ODHIV) Loss Follow to Up atau Putus Obat ARV di semua layanan kesehatan. Upaya antisipasi lainnya yaitu sosialisasi di sekolah menengah atas dan menengah pertama, termasuk pada kelompok masyarakat berisiko tinggi.

“Juga ada viral load (pemeriksaan virus) pada ODHIV eligible dengan merujuk sample darah ke RSUD Chasan Boesoirie, setiap bulan  dengan rata-rata hasil tersuppresi (jumlah virus menurun),” sambungnya.

Fathiyah bilang, berbagai langkah antisipasi menyetop penyebaran kasus tetap mengacu pada pedoman nasional. Setiap pengidap yang ditanggani berlaku sama.

“Penanganan berupa pemberian obat ARV kepada ODHIV oleh layanan PDP baik di 11 Puskesmas Kota Ternate maupun rumah sakit PDP. Pendampingan dan penjangkauan ODHIV putus obat juga rutin dilaksanakan di semua layanan. Karena kalau penangganan khusus dikhawatirkan akan muncul stigma dan diskriminasi pada ODHIV,” katanya. **

Komentar
Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Iklan