voicemu.com
Beranda Voice Gosale NasDem Malut Berbenah Tatap 2029, Ulis: Titik Balik Konsolidasi

NasDem Malut Berbenah Tatap 2029, Ulis: Titik Balik Konsolidasi

Muchlis Tapi Tapi.

Daftar isi:

[Sembunyikan] [Tampilkan]

    NasDem Maluku Utara mulai berbenah menatap Pilkada 2029 mendatang. Salah satunya merestrukturisasi pengurus dan menyusun program-program kerja yang bermuara perbaikan demi performa yang mencapai hasil maksimal pada pilkada nanti.

    Ketua Steering Committee Rapat Kerja Wilayah I DPW NasDem Maluku Utara, Muchlis Tapi Tapi, menyebutkan, pelantikan pengurus dan rapat kerja wilayah (rakerwil) perdana periode 2025–2029 pada 10 sampai 11 Januari 2026 harus menjadi titik balik kebangkitan dan konsolidasi total NasDem Maluku Utara dalam mengawal agenda politik menuju Pemilu 2029.

    Rakerwil yang digelar awal 2026 ini, menurut Muchlis, bukan sekadar agenda rutin organisasi, tetapi menjadi forum strategis untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kelemahan internal partai, sekaligus menyusun langkah korektif yang terukur dan berorientasi kemenangan.

    “Rakerwil ini kita desain sebagai ruang konsolidasi yang jujur dan terbuka. Kita harus berani mengakui kelemahan kita pada Pemilu 2024, terutama soal lemahnya konsolidasi, menurunnya kepercayaan antar kader, dan rekrutmen politik yang tidak maksimal. Semua itu harus diperbaiki mulai dari sekarang,” tegas Muchlis.

    Fondasi Akselerasi Politik

    Eks Wakil Bupati Halmahera Utara ini menambahkan, rakerwil tahun ini sekaligus penanda dimulainya fase akselerasi kerja politik Partai NasDem Maluku Utara, setelah 2025 lalu dijadikan sebagai tahun konsolidasi organisasi.

    Bagi Muchlis, tanpa konsolidasi struktur yang kuat dan solidnya kader, target besar partai untuk kembali merebut kursi DPR RI dan memperkuat perolehan kursi DPRD provinsi maupun kabupaten dan kota pada Pemilu 2029 akan sulit dicapai.

    “Maluku Utara pernah dua kali berturut-turut kita (NasDem) mengirim wakil ke DPR RI pada Pemilu 2014 dan 2019. Kehilangan kursi pada 2024 harus menjadi pelajaran mahal. Rakerwil ini adalah langkah awal untuk merebut kembali kepercayaan rakyat,” ujarnya.

    Tantangan partai ke depan tidak hanya berkutat pada ihwal elektoral, tata kelola organisasi dan etika masih menjadi semacam tembok penghalangan yang mau tidak mau harus diperbarui. Hal lain yang perlu di tata ulang adalah mahalnya political cost setiap kontestasi pilkada.

    Muchlis menilai, biaya atau kos politik yang mahal bisa melemahkan daya juang kader, termasuk bertentangan dengan semangat Politik Tanpa Mahar yang menjadi komitmen Partai NasDem.

    “Jika kita ingin kader-kader terbaik tampil dan bertarung secara sehat, maka partai harus hadir sebagai rumah perjuangan, bukan beban. Rakerwil ini menjadi forum untuk merumuskan langkah-langkah konkret agar supaya kaderisasi dan rekrutmen politik berjalan lebih adil, transparan, dan bermartabat,” katanya.

    Sejalan dengan Arahan Ketua DPW

    Muchlis mengatankan, seluruh rangkaian rakerwil berpedoman pada arahan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) NasDem Maluku Utara, Husni Bopeng. Husni, kata dia, menekankan pentingnya konsolidasi internal, inovasi program, aksi nyata yang berdampak, penguatan SDM dan kaderisasi, serta kolaborasi strategis dengan pemerintah dan mitra lainnya tanpa mengurangi independensi partai.

    Ia juga menyampaikan, sekretariat wilayah bersama panitia sudah menyiapkan rakerwil sebagai forum produktif, bukan seremonial. Hal ini bertujuan supaya setiap rekomendasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara nyata di seluruh tingkatan struktur.

    Ulis, begitu Muchlis Tapi Tapi biasa disapa ini bilang, rakerwil ini merupakan tindaklanjut Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai NasDem ke-I di Makassar, yang mengusung tema Kemandirian Berpikir Demi Kemajuan Bangsa.

    Nilai kemandirian berpikir, menurutnya, harus tercermin dalam sikap politik kader yang rasional, objektif, dan berpihak pada kepentingan rakyat, baik di tingkat nasional maupun daerah.

    “Jika konsolidasi struktur, militansi kader, dan sinergi tiga garda partai—legislatif, eksekutif, dan struktur—dijalankan secara konsisten mulai 2026 ini, maka target NasDem untuk menjadi pemenang Pemilu 2029 atau setidaknya masuk tiga besar nasional sangat realistis,” terangnya.

    Rakerwil I DPW NasDem Maluku Utara akan diikuti ratusan peserta dari unsur DPP, DPW, DPD, DPC, fraksi DPRD provinsi dan kabupaten dan kota, kepala daerah, serta tujuh sayap dan badan partai. Forum ini mengusung tema “Konsolidasi Organisasi dan Penguatan Kader Mengawal Agenda Politik 2029”.

    Tema ini sebagai penegasan komitmen NasDem Maluku Utara memasuki fase baru perjuangan politik yang lebih solid dan terarah. **

    Komentar
    Bagikan:

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    Iklan