voicemu.com
Beranda Kabupaten Haltim Harga Cabai Rawit di Halmahera Timur Turun Tipis

Harga Cabai Rawit di Halmahera Timur Turun Tipis

Harga cabai rawit merah di Kabupaten Halmahera Timur pelan-pelan mulai turun. Pelengkap bumbu masakan ini melandai dikisaran Rp180 ribu dari sebelumnya dijual Rp200 ribu per kilo.

Kendati begitu, penurunan tidak merata di semua pasar di Halmahera Timur. Di beberapa tempat lain masih dijual Rp190 per kilo.

Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub mengatakan, turunnya harga kebutuhan bahan pokok tersebut sesuai laporan yang dia terima dari Dinas Ketahanan Pangan, Disperindagkop dan Dinas Pertanian.

“Tapi kita di Halmahera Timur ada pergerakan penurunan sedikit. Di minggu lalu pemantauan inflasi khusus cabai rawit berkisar di harga Rp200 ribu perkilo saat ini harga di pasar antara Rp180 sampai Rp190 perkilo,” kata Ubaid pasca Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Bersama Kemendagri, Satgas Pangan Polri dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) melalui video konfress Senin, 26 Oktober 2026.

Ubaid menyatakan, pemantauan terhadap inflasi harga beras premium, cabai rawit, bawang merah, serta daging dan telur ayam ras terus dilakukan. Langkah antisipatif ini diambil guna memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, serta harga eceran di pasar-pasar wilayah Halmahera Timur tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat.

Pemkab Halmahera Timur juga akan meningkatkan pengawasan langsung terhadap fluktuasi harga komoditas strategis di pasar tradisional maupun ritel modern, sejalan dengan arahan pusat untuk mengoptimalkan intervensi pasar demi melindungi daya beli masyarakat di daerah.

“Soal pengendalian inflasi sebagaimana biasanya kewajiban Kemendagri itu untuk memantau perkembangan inflasi di daerah. Maka ada beberapa penekanan khususnya untuk pergerakan harga sembilan bahan pokok yang di pasar soal cabai rawit, daging dan seterusnya,” jelasnya.

Harga cabwi rawit yang masih menyentuh harga Rp 190 perkilo tersebut kata Ubaid, masih tergolong tinggi. Oleh karena itu, Ubaid memerintahkan supaya ada gerakan-gerakan operasi pemantauan untuk memastikan inflasi semakin turun dan bisa dijangkau.

“Langkah penanganan di daerah untuk mengantisipasi itukan pemda melakukan analisis kerawanan pangan. Jadi ada desa-desa tertentu yang dalam hasil analisis ketahanan pangan mengalami awas ketahanan pangan maka pemda harus melakukan intervensi melalui subsidi pemberian beras,” ucapnya. **

Komentar
Bagikan:

Iklan