Realisasi PAD Halmahera Timur Sentuh Rp29 M
Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Halmahera Timur terus menunjukkan tren positif sepanjang 2026. Data per 31 Juli 2026, realisasinya mencapai 67,60 persen dari target yang ditetapkan pemerintah setempat.
Capaian ini menjadi sinyal positif bagi Pemkab Halmahera Timur di tengah upaya meningkatkan kemampuan fiskal daerah, terutama mengurangi ketergantungan terhadap pendapatan transfer dari pemerintah pusat.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halmahera Timur Joko Loleno Ridwan mengatakan, target PAD Halmahera Timur pada 2026 ditetapkan sebesar Rp43,8 miliar. Namun realisasi per Juli 2026 sudah mencapai Rp29 miliar.
“Hingga Juli, capaian PAD kita sudah 67,60 persen atau sekitar Rp29 miliar sekian dari target Rp43,8 miliar. Kalau melihat angka ini, capaian kita cukup baik dan masih akan terus kita maksimalkan sampai akhir tahun,” katanya, Senin, 10 Agustus 2026.
Joko mengemukakan, capaian PAD pada triwulan pertama 2026 ini menunjukkan kinerja penerimaan daerah berjalan cukup baik. Pemerintah daerah masih memiliki waktu beberapa bulan untuk mengejar sisa target PAD yang belum terealisasi.
Ia mengatakan, BPAKD bersama perangkat daerah terkait akan terus mendorong optimalisasi seluruh sumber penerimaan daerah. Upaya tersebut dilakukan agar target PAD yang telah ditetapkan dalam APBD 2026 dapat tercapai secara maksimal.
“Kita akan terus maksimalkan. Harapannya target yang sudah ditetapkan bisa tercapai, bahkan kalau memungkinkan bisa melampaui target seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujarnya.
Joko menjelaskan, capaian PAD Halmahera Timur dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang begitu baik. Bahkan, penerimaan daerah dari sumber PAD disebut selalu mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Kondisi tersebut menjadi modal bagi Pemkab Haltim untuk terus memperkuat pengelolaan sumber-sumber pendapatan daerah.
Joko menyebutkan, terdapat sejumlah sektor utama yang menjadi sumber PAD Halmahera Timur. Sumber tersebut meliputi pajak daerah, retribusi daerah, lain-lain PAD yang sah, serta hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan.
“Sumber PAD kita itu berasal dari pajak, retribusi, lain-lain PAD, kemudian pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan. Semua sumber ini terus kita dorong supaya kontribusinya bisa maksimal,” jelasnya.
Selain penerimaan dari pajak dan retribusi, tahun ini Pemkab Halmahera Timur juga mendapatkan tambahan penerimaan melalui penyertaan modal dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dengan nilai mencapai kurang lebih Rp6,7 miliar. Ini menjadi salah satu komponen yang turut memperkuat struktur PAD Halmahera Timur.
“Tahun ini juga ada penyertaan modal dari BUMD kepada pemerintah daerah kurang lebih Rp6,7 miliar. Ini tentunya menjadi bagian dari upaya kita memperkuat pendapatan daeraH,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah optimistis sisa target tersebut dapat dikejar melalui optimalisasi seluruh sektor penerimaan hingga akhir tahun. Joko menegaskan, pencapaian PAD bukan hanya soal memenuhi angka target dalam APBD, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat kapasitas fiskal daerah.
“Kalau melihat capaian saat ini, kami cukup optimistis. Tinggal bagaimana sisa waktu sampai akhir tahun kita manfaatkan untuk terus menggenjot penerimaan agar target PAD bisa tercapai,” pungkasnya. **







