Nurlaela dan 7 Fraksi DPRD Ternate Gabung Jurus “Bantai” Nurjaya
Saling sikut antara Nurlaela Syarif dan Nurjaya Hi. Ibrahim di internal DPRD Kota Ternate makin menarik disimak. Seteru antara duo srikandi wakil rakyat ini dikabarkan melibatkan tujuh fraksi.
Dugaan keterlibatan tujuh fraksi ikut “membantai” Nurjaya itu berhembus setelah voicemu menemui salah satu sumber internal.
Sumber ini mengatakan, tujuh fraksi DPRD yang diduga bersatu mendukung Nurlaela adalah Nasdem, Golkar, Gerindra, PKB, Demokrat, Fraksi Gabungan Persatuan Bintang Amanat (mencakup PPP, PAN, PBB), dan Fraksi Gabungan PDI Perjuangan-Perindo.
Sumber yang meminta identitasnya tidak disebutkan ini menduga, laporan tujuh fraksi ini didorong setelah Nurjaya melaporkan dugaan perjalanan dinas fiktif ke Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Maluku Utara beberapa waktu lalu.
Selain itu, kata dia, ada kabar internal kalau Nurlaela melakukan konsolidasi dan meminta perlindungan dari fraksi-fraksi. Dia menilai, langkah Nurlaela meminta bantuan tujuh fraksi supaya “gabung jurus” terlalu berlebihan, memaksa kehendak, dan semakin memperkeruh suasana.
“Ibu Nurlaela mengkonsolidasi supaya fraksi-fraksi ikut melaporkan Ibu Nurjaya ke Badan Kehormatan DPRD buntut laporan perjadin fiktif ke BPK kemarin. Informasinya Demokrat dan Fraksi PDI Perjuangan-Perindo setuju dan sudah tanda tangan. Belakangan ada Nasdem juga, tapi saya bolom tau dong (NasDem) su tanda tangan dukungan ka bolom,” ujarnya, Sabtu, 25 April 2026.
“Karena dia (Nurjaya) dianggap membuka hal ikhwal atau aib lembaga dengan melaporkan perjadin fiktif ke BPK kemarin,” sambungnya.
Anggota DPRD Nurlaela Syarif tak mengonmentari dugaan dirinya mendorong tujuh fraksi DPRD supaya memproses Nurjaya ke BK. Politikus NasDem membantah dugaan dimaksud.
Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate, Mochtar Bian membenarkan adanya laporan dari fraksi DPRD Kota Ternate. Politikus PKB ini mengatakan, laporan tersebut belum ada dimejanya.
“Informasinya ada surat masuk dari fraksi, tapi sampai saat ini belum didisposisi ke BK. Insyaallah nanti hari Senin saya lihat surat,” singkatnya.
Minta Sidang Terbuka
Nurjaya Hi. Ibrahim meminta proses persidangan badan kehormatan agar dilakukan secara terbuka dan disaksikan khalayak luas.
“Kalau laporannya diproses oleh BK, maka sidangnya harus terbuka untuk umum. Sidang terbuka itu lebih bagus, jangan tertutup. Biar masyarakat, khususnya masyarakat Kota Ternate bisa saksikan dan tahu langsung apa yang terjadi sebenarnya,” ujarnya.
Srikandi partai besutan Prabowo Subianto ini berencana mengundang selutuh masyarakat Kota Ternate untuk hadir dan melihat jalannya sidang.
Menurutnya, selain ini penting, tujuannya lainnya adalah agar masyarakat bisa mengetahui apa-apa saja dugaan penyalahgunaan anggaran daerah oleh wakil rakyat.
“Saya akan mengundang seluruh masyarakat agar ke kantor supaya sidang BK itu disaksikan oleh seluruh masyarakat Kota Ternate,” sambungnya.
Nurjaya menyatakan menempuh jalur hukum apabila BK DPRD Kota Ternate menjatuhkan sanksi kepadanya. “Mungkin saya akan laporkan ini satu tingkat lebih di atasnya,” terangnya. **









