voicemu.com
Beranda City Voice Ternate Proyek Sabo Dam BWS Malut Sita Perhatian, Warga: Mirip Tambang Nikel

Proyek Sabo Dam BWS Malut Sita Perhatian, Warga: Mirip Tambang Nikel

Proyek pembangunan pengendali sedimen atau sabo dam di RT 01, RW 02, Kelurahan Sasa, Ternate Selatan, menyita perhatian.

Warga setempat menyebut, bukaan area kali mati (barangka) berskala besar sangat berpotensi mengubah bentuk lahan.

Pelebaran volume yang signifikan memicu kekhawatiran timbulnya dampak lingkungan yang lebih buruk, terutama banjir saat hujan dengan intensitas tinggi.

“Awalnya biasa saja, tapi lama-lama torang (kami) kaget. Sepintas mirip tambang nikel,” kata warga setempat.

Informasi yang dihimpun menyebut, pekerjaan yang didanai APBN 2026 itu mulai dikerjakan setelah adanya kontrak tertanggal 10 April 2026.

Proyek penahan lahan dingin senilai Rp24.616.463.000, ini dikelola oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara dan dikerjakan PT Indah Jaya Karya Abadi dengan waktu 266 hari kalender kerja.

Indah Jaya Karya Abadi adalah perusahaan konstruksi asal Manado, Sulawesi Utara, yang tergabung dalam asosiasi Aspekindo.

Dugaan lain yang muncul yaitu penggunaan material tanpa izin. Pihak rekanan diduga memanipulasi pengeluaran biaya dengan memanfaatkan alat berat pemecah batu di barangka dan dijadikan material beton. Aktivitas pemecah batu dilakukan sejak pagi hingga dini hari.

Selain penggunaan material yang diduga ilegal, sorotan juga mengarah pada penggunaan lahan kuburan untuk mes pekerja dan parkiran alat berat milik kontraktor tanpa izin.

Bayu, salah satu pengawas ketika ditemui di lokasi pekerjaan irit bicara. Ia bahkan enggan berkomentar perihal material yang digunakan.

Bayu hanya bisa memberi keterangan mengenai pembebasan lahan dan izin dari pihak kelurahan. “Sebelum pembebasan lahan pasti kontraktor sudah ada komunikasi ke kelurahan,” katanya, Rabu kemarin, 8 Juli 2026.

“Mengenai penggunaan lahan untuk parkir dan lain-lain, konsultan tidak tahu. Yang kami tahu itu mengawasi spesifikasi pekerjaan,” sambungnya.

Redaksi voicemu berupaya mengonfirmasi pejabat pembuat komitmen mengonfirmasi Irwan Muhammad namun tak merespons. Kepala BWS Maluku Utara,  M. Saleh Talib juga enggan merespon upaya konfirmasi dari jurnalis. **

Komentar
Bagikan:

Iklan