Perebutan ‘Cuan’ di Musdalub HIPMI Malut: “Siasat Adu Jagoan Bachtiar versus Boy”
Perebutan kursi Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara kian menunjukan suhu panas menjelang penyelenggaraan Musyawarah Daerah Luar Biasa atau Musdalub.
Munculnya dua nama bakal calon, Rio C. Pawane dan Reagen dianggap tak cuma mewarnai berbagai intrik politik pencalonan dan membuka lebar potensi mosi tidak percaya antar BPC.
Keterlibatan dua nama di jajaran caretaker, Bachtiar Kader dan Mohdar Bailussy dinilai hanya jadi ladang perebutan “cuan”. Keduanya diduga mencuci tangan atas kegagalan Rio pada musyawarah sebelumnya.
Sejumlah pengurus Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI kabupaten kota Maluku Utara mengaku mencium aroma politik kepentingan terselubung. Mereka menduga, tim caretaker yang ditunjuk Badan Pengurus Pusat (BPP) HIPMI telah “main mata” dan menyatakan dukungan kepada Wakil Bupati Pulau Morotai, Rio C. Pawane.
“Di musyawarah sebelumnya, Rio gagal dilantik sebagai ketua terpilih akibat kesalahan Bachtiar dan Mohdar yang tidak mampu mengelola dinamika organisasi. Kami menduga, mereka menjaminkan Rio untuk maju kembali, demi mengobati kesalahan lama di musda kemarin,” jelas salah satu pengurus BPC yang meminta namanya tidak disebutkan.
Dia mengatakan, musdalub yang sejatinya dilaksanakan waktu dekat ini kian tidak jelas jadwalnya karena cawe-cawe Mantan Ketua OKK BPP HIPMI Boy Sangaji.
Boy, kata sumber ini, dikabarkan mendukung Reagen sebagai caketum. Menurutnya, siasat Boy hanyalah strategi memecah konsentrasi dan memuluskan jalan Rio.
“Kami menduga Boy hanya berpura-pura mendukung Reagen. Skenarionya, di akhir nanti Reagen akan diminta mundur agar Rio melenggang mulus sebagai ketum terpilih. Irisannya jelas, Bachtiar dan Boy tidak mungkin beda pilihan, karena jagoan mereka di musyawarah nasional nanti adalah sosok yang sama, yaitu Bendum BPP HIPMI Reynaldo,” ujarnya.
Libatkan Partai Penguasa
Ketegangan makin memuncak setelah terhembus kabar salah satu Caketum BPP HIPMI Ade Jona Prasetyo, dikabarkan akan ke Maluku Utara. Kedatangan Jona dalam rangka menggalang dukungan dari Maluku Utara supaya memenangkan Rio C. Pawane dalam musdalub nanti. Ade Jona diketahui merupakan orang Gerindra, partai besutan Prabwo Subianto.
Kabar kedatangan Jona dengan misi utamanya memenangkan Rio memicu berbagai penilaian di internal BPC HIPMI kabupaten kota Maluku Utara. Sumber ini menduga, selain memperparah saling sikut Rio dan Reagen, dua rekan sesama pungurus HIPMI Morotai, juga dinilai sebagai upaya siap-siapny a Rio merapat ke kubu Ade Jona untuk kepentingan politik jangka panjangnya di Morotai.
“Ade Jona disokong oleh partai pemenang Pilpres. Rio pasti membaca peluang itu dan mulai melakukan pendekatan. Kami menduga langkah ini diambil demi mengamankan kepentingannya menuju kursi Bupati Morotai,” ujarnya.
BPC HIPMI kabupaten kota, kata dia, menilai HIPMI Maluku Utara kini kehilangan arah organisasi dan integritas akibat terlalu banyak kepentingan eksternal. Mereka juga menyayangkan sikap BPP HIPMI yang terkesan membiarkan konflik ini dengan memberikan mandat kepada figur-figur yang dianggap bermasalah.
“Bachtiar, Boy, dan Mohdar adalah orang-orang yang merusak integritas HIPMI Maluku Utara. Jika dibiarkan, Musdalub mendatang hanya akan memperparah kerusakan organisasi. Orientasi mereka sudah jelas, bukan untuk perbaikan HIPMI, melainkan demi materiil semata,” sambungnya. **





