Obral Jabatan Jelang Musdalub, Mohdar dan Bachtiar Seret Nama Wulan
Isu miring terus mengemuka jelang dilaksanakannya Musyawarah Daerah Luar Biasa atau Musdalub Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara.
Terbaru, eks Ketua OKK HIPMI Maluku Utara masa bakti 022-2025 Mohdar Bailusy diduga menggelar pertemuan dengan kerabat anak Bahlil Lahadalia. Dalam pertemuan itu, muncul dugaan Mohdar mengambil sejumlah uang.
Pertemuan di salah satu hotel di Ternate itu menguatkan indikasi dua bekas pengurus HIPMI Maluku Utara, mantan Ketua Umum HIPMI 2019-2022, Bachtiar Kader dan eks Ketua OKK HIPMI 2022-2025 Mohdar Bailusy, hanya mencari profit di balik musdalub.
“Diduga dia menjanjikan jabatan strategis ke anak Bahlil yang disampaikan melalui utusan bersangkutan yang berada di Ternate,” sebut sejumlah pengurus BPC HIPMI.
Menurut mereka, ada dua posisi yang digaransikan seusai musdalub, yaitu sekretaris umum atau bendahara umum HIPMI Maluku Utara.
Para BPC ini menjelaskan, selain menemui kerabat anak mantan Ketua Umum BPP HIPMI periode 2015-2019, Mohdar juga menggelar pertemuan dengan bakal calon ketua umum Imran Guricci dan Rio C. Pawane.
Di pertemuan ini, Imran diajak supaya legowo dan bergabung dengan Rio. Ajakan ini lantaran Imran sudah memperoleh rekomendasi dari BPC Halmahera Selatan.
“Diduga pada pertemuan itu, Imran Guricci dijanjikan jabatan sekretaris umum jika Rio yang terpilih sebagai ketua umum HIPMI Maluku Utara. Apa yang dilakukan oleh Mohdar ini juga, diduga telah diketahui oleh Bachtiar Kader. Bahkan kami menduga, baik Mohdar, maupun Bachtiar, sama-sama membuat rencana tersebut,” sebut beberapa pengurus BPC.
BPC-BPC ini mengatakan cawe-cawean Mohdar tidak cuma dua pertemuan itu. Menurut mereka, Mohdar juga menjanjikan jabatan bendara umum ke seseorang bernama Wulan.
“Mohdar juga diduga bertemu dengan Wulan. Dia jamjikan Wulan menjadi bendahara umum kalau Rio yang terpilih sebagai ketua umum,” tambah beberapa pengurus BPC.
“Seperti menggambarkan orientasi mereka terhadap Musdalub akan datang, tidak ada perbaikan organisasi. Mereka berdua sudah membuat rusak HIPMI hingga Musyawarah Daerah saja harus digelar hingga ketiga kalinya. Jika di Musdalub ini mereka masih ambil bagian, kami melihat HIPMI Maluku Utara akan semakin rusak. Bukannya memberi manfaat bagi iklim usaha dari pengusaha muda, tapi memberi tamparan keras bagaimana pengusaha muda Maluku Utara,” sambung mereka.
Bachtiar Kader dikonfirmasi tidak menjawab. Pesan yang masuk digawainya sudah centang dua, tanda pesan sudah dibaca. Rio C. Pawane pun sama, tidak merespon hingga berita ini dipublis.
Redaksi voicemu menguhungi Mohdar Bailussy melalui pesan maupun panggilan WhatsAppa, namum belum bersambut. Voicemu masih dalam upaya konfirmasi terhadap Imran Guricci dan Wulan. **








