PT NKA Mulai Kerjakan Flayover Moronopo: 12 Persen Lebih Cepat
PT Nusa Karya Arindo (NKA) mulai mengerjakan Flayover di Site Moronopo, Halmahera Timur. Project pembangunan jembatan layang untuk perlintasan alat berat perusahaan tersebut ditargetkan selesai pada Mei 2027 mendatang.
Pekerjaan Flayover dengan bentangan 27 meter tersebut dikerjakan oleh PT PP Presisi sebagai perusahaan di bidang jasa konstruksi dan pertambangan. Proyek ini dikerjakan sesuai nomor kontrak A010001065/NKA/2026. Proyek tersebut dikerjakan dengan nilai kontrak mencapai lebih dari Rp 61 miliar.
Direktur Utama PT NKA Khaidir Said mengatakan, pengerjaan baru dimulai tahap awal konstruksi yang baru mencapai 52 persen. Progress tersebut lebih cepat 12 persen dari timeline yang ditentukan dalam dokumen kontrak.
“12 persen lebih cepat dari pada target kita. Jadi kalua targetnya lebih cepat itu benar di bulan Maret bisa kita sudah ajak pak bupati ke sini lagi untuk meresmikan Flayover,” kata Khaidir pada saat memberikan sambutan pada Groundbreaking Flayover di Site Moronopo PT NKA, Selasa, 27 Oktober 2027.

Khaidir menyatakan, pembangunan Flayover bukan sekadar konstruksi, tapi membangun standar baru bahwa industri itu bisa dibangun maju dengan memerhatikan kenyamanan, keselamatan, dan keberlansungan lingkunganya.
“Kita bangun ini betul-betul memberikan kualitas yang sangat baik. Pembangunan Flayover ini prosesnya cukup panjang bukan berarti kita menunda-nunda tapi ini merupakan komitmen kita dari PT NKA untuk memberikan pekerjaan yang berkualitas dan yang paling terbaik buat masyarakat Halmahera Timur,” ucapnya.
Menurutnya, desain pengerjaan sebelumnya sudah direncanakan dengan matang. Tapi terjadi perubahan setelah NKA berkonsultasi dengan BJN Maluku Utara termasuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan.
“Kita terkendala dengan konservasi mangrove sehingga kita perlu melakukan redisain. Untuk itu kita melibatkan IPB untuk melakukan redesain ulang sehingga inilah hasil yang kita dapatkan,” ucapnya.
Bupati Halmahera Timur Ubaid Yakub, meminta pengerjaan konstruksi Flayover oleh PT Presisi lebih dipercepat dari pada dokumen kontrak yang sudah diteken yang berakhir pada Mei 2027 mendatang.
“Flayover ini bukan saja tuntutan perusahaan, tapi ini harapan dan mimpi yang sudah sekian lama. Hanya bentangan jembatan 27 meter, mungkin ditambah dengan jalan-jalan kolektor maka hitungan saya harus dipercepat. Kalua sampai bulan Mei baru persesmian, saya tidak datang, saya serius,” ucapnya.
Meski begitu kata Ubaid, mutu kulaitas pembangunan Flayover harus menjadi lebih penting sehingga bisa memberikan kenyamanan dan keselamatan bagi penguna jalan.
Direktur Utama PT Presisi Rizki Dianugrah mengemukakan, kepercayaan yang diberikan PT PP Presisi untuk melaksanakan pkerjaan infrastruktur tersebut yang keberadaanya sangat berperan dalam meningkatkan keselamatan masyarakat penguna jalan serta mendukung efesiensi dan produktifitas operasional tambang dari PT NKA.
“Pembangunan Flayover jalan pertambangan PT NKA di site Moronopo ini merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan warga. Saat ini progres pekerjaan secara keseluruhan baru mencapai 52 persen. Kami telah memulai sejak bulan Juni yang lalu dan kami mengupayakan penyelesaian pekerjaan ini dengan target selesai di pertengahan di tahun depan dengan tetap menjaga mutuh, keselamatan kerja,” jelasnya.
Project Manager PT Presisi Awaluddin menjelaskan, tahapan pengerjaan bakal dimulai pada struktur fondasi bawa yang sedalam 20 meter yang akan digali kemuidna fondasi abutmen sebagai penyangga balok grider.
Awaluddin menambahkan, PT PP Persisi berkomitmen melakukan percepatan agar pengerjaan bisa diselesaikan sesuai schedule yang sudah ditetapkan.
“Apa yang dimintai pak bupati sebelum bulan mei sudah bisa selesai, itu menjadi komitmen kami untuk mengejar target. Kami tidak hanya mengejar target penyelesaian, tapi secara kualitas, desainya juga agar bisa menjadi kenangan-kenangan bagi masyarakat,” ujarnya. **









