11 Desa di Haltim Masuk Daftar Calon Kampung Nelayan Merah Putih
Pemerintah pusat (Pempus) berencana bakal menjadikan 11 desa di Halmahera Timur sebagai Kampung Nelayan Merah Putih. Pemilihan 11 titik di wilayah pesisir kabupaten dengan motto Limabot Fayfiye ini bahkan sudah disurvei dan dinyatakan lolos tahap pertama.
Tim Survey Topografi Kampung Nelayan, Nurhalis Wahidin menyebutkan, rencana Kampung Nelayanan Merah Putih itu masing-masing di Desa Subaim, Saramaake, Jara-Jara, Lolasita, Patlean dan Majiko Tongone, Sangaji, Soagimalaha, Momole, Kasuba, Gotowasi, serta Desa Sil.
“Survey rencana pembangunan kampung nelayan ini dilakukan secara bertahap mulai dari sosial ekonomi, topografi dan sebelas desa tersebut sudah lolos pada survey tahap pertama dan tetapkan sebagai calon kampung nelayan,” jelas Nurhalis ketika dikonfirmasi, Senin, 27 April 2026.
Nurhalis menyebut, tim nantinya akan melakukan survey tahap dua yang bertujuan memastikan ketersedian lahan rencana pembanganan Kampung Nelayan Merah Putih. Fokus utama survei kedua ini memastikan status lahannya benar-benar selesai dan tidak bermasalah atau bersengketa di kemudian hari.
“Tahapan survey topografi untuk Halmahera Timur baru mulai empat desa di Kecamatan Maba Selatan diantaranya Desa Momole,Sil, Kasuba,Gotowasi dan alhamdulillah status lahan dan topografinya tidak bermasalah,” katanya.
Menurut Nurhalis, sebelas calon Kampung Nelayan Merah Putih ini apabila memenuhi seluruh syarat pendukung, tahap berikutnya adalah pemerintah pusat menetapkan merekomendasikan untuk pembangunan infrastruktur.
“Pastinya sebelas desa ini sangat berpotensi untuk dibangun kampung nelayan,” ujarnya.
Kepala Bidang Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Halmahera Timur, Mahuba Tuhuteru menyebut pemerintah daerah merespon positif atas hasil survey dimaksud.
Pemilik sapaan akrab Menurit Barce ini bilang, sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur akan menyiapkan data pendukung apabila tim survey membutuhkan. Termasuk bakal membantu memastikan ketersediaan dan status lahannya.
“Intinya kami berharap masing-masing desa yang masuk calon Kampung Nelayan Merah Putih tidak ada masalah lahan. Apalagi proyek ini dalam rangka kedepanya membantu produktifitas nelayan tetutama pastinya kalau hasil tangap nelayan mengunakan skala fasilitas yang baik pasti kesejahteraan mereka benar-benar terjamin,” ucapnya. **






